agiodeli.com – Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin menjalani pemeriksaan Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Satreskrim Polres Binjai, Rabu (19/1/2022) sore. Dia menjadi bagian yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK, Selasa (18/1/2022) malam.
Seusai penggeledahan rumahnya di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Tertib Rencana tiba di Markas Polres Binjai sekira pukul 15.30 WIB. Beberapa penyidik KPK tampak menggiringnya.
Tiba dengan Pajero Sport Putih BK 1457 PD, Terbit mengenakan baju kaos dan celana pendek hitam. Kakinya juga hanya beralaskan sandal jepit. Empat penyidik KPK yang menggeledah rumah pribadi Terbit Rencana juga ikut menggiring.
Hampir satu jam lebih hingga pukul 16.57 WIB, pria dengan sapaan akrab Cana itu belum terlihat keluar dari Gedung Satreskrim Polres Binjai. Ia masih menjalani pemeriksaan terkait OTT dugaan gratifikasi fee proyek di Kabupaten Langkat.
Selain Bupati Langkat, ada empat orang lainnya yang ikut terjaring OTT. Dua di antaranya pejabat Pemkab Langkat, dua lagi orang dekat Bupati dan pemborong proyek.
Sebelum memeriksa Bupati Langkat, Tim KPK lebih dulu menggeledah kediaman politisi Golkar tersebut. “Rumah (Bupati Langkat) digeledah, Bang,” kata warga bernama Edy, saat awak agiodeli.com tiba di lokasi.
Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron mengonfirmasi adanya OTT di Kabupaten Langkat yang berhasil menjaring sejumlah pejabat. “Benar, KPK melakukan giat tangkap tangan di Langkat,” katanya via layanan WhatsApp.
Namun demikian, Ghufron masih enggan menyampaikan secara detail kasus ini. Dirinya hanya menyebut hingga kini KPK masih melakukan pemeriksaan intensif sejumlah pihak.
“Kami masih melakukan pemeriksaan pihak terkait, mohon bersabar,” tukasnya. (dirga)