Gedung Lonsum, Aset Bersejarah dengan Perawatan Terbaik

Editor: AgioDeli.id author photo

agiodeli.com – Mungkin lantaran hak keperdataannya dimiliki perusahaan perkebunan swasta nasional, Gedung London Sumatra (Lonsum) menjadi aset bersejarah di Kota Medan dengan kualifikasi perawatan terbaik. Kondite ini ditandai dengan penyematan Anugerah Pelestarian dari Badan Warisan Sumatera (BWS) tahun 2000 lalu.

Cukup banyak keistimewaan melekat pada gedung yang berada persis di kawasan titik nol Kota Medan tersebut. Berikut ini ulasan Alexander Chrissie, kontributor www.agiodeli.com, berdasarkan sejumlah referensi serta hasil wawancaranya baru-baru ini dengan Sofian dan Iwan, dua karyawan PT. Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk.

Gedung di Jalan Ahmad Yani yang keseluruhan dindingnya berwarna putih ini dibangun oleh H&C (Harrison & Crosfield) Company pada 1909. H&C merupakan importir teh dan kopi, berkedudukan pusat di Liverpool, Inggris, dan didirikan oleh trio pengusaha bernama Daniel Harrison, Smith Harrison serta Joseph Crosfield pada 1844.

Gedung Lonsum dibangun lima Lantai. Bentuknya mirip rumah-rumah di London pada abad 18-19. Arsitekturnya yang dipengaruhi gaya Eropa kala itu, terlihat jelas pada bentuk jendela di sisi kiri dan kanan. Sementara, sentuhan arsitektur Belanda disematkan pada jendela plus tiang-tiang tangga besar di pintu masuk.

PERKANTORAN

Gedung Lonsum dibangun sebagai kantor cabang H&C di Medan. Namun, H&C kemudian justru menjiplak gaya arsitekturnya saat membangun gedung di London yang dijadikan kantor pusat perusahaan mereka.

Suasana masa lalu di sekitar Gedung Lonsum – foto: twitter

Pada 1982, H&C menjual saham untuk keseluruhan bisnisnya yang ada di Indonesia kepada perusahaan Malaysia, Sime Darby. Selanjutnya pada tahun 1994, Sime Darby menjual semua aset perkebunannya kepada London Sumatera Plantation ltd atau PT. London Sumatera Indonesia Tbk.

Hingga saat ini, Gedung Lonsum masih digunakan untuk aktivitas perkantoran perusahaan swasta nasional tersebut.

LIFT TERTUA

Tahun dimulainya pembangunan Gedung Lonsum bertepatan dengan tahun kelahiran Ratu Juliana Louise Marie Wilhelmina van Oranje-Nassau (30 April 1909 – 20 Maret 2004) dari Belanda. Karena itu, gedung ini dulunya sempat diberi nama Juliana Biulding.

Lift tertua di Pulau Sumatera yang digunakan di Gedung Lonsum sejak 1910 – foto: pemko medan

Gedung ini merupakan gedung bertingkat pertama di Pulau Sumatera yang memiliki lift. Lift yang mulai digunakan sejak 1910 ini masih berfungsi baik hingga kini. Dilakukan perawatan rutin dengan mendatangkan teknisi khusus dari Inggris.

Naik dan turunnya lift bukan diatur menggunakan tombol, melainkan tuas sederhana yang dikemudikan seorang operator. Dan, Iwan adalah karyawan khusus yang bertugas sebagai operator lift di Gedung Lonsum.

Pintu lift masih menggunakan jeruji besi berwarna hitam pekat, berukuran kurang lebih 1,5 meter persegi dan dihiasi kayu. Iwan memastikan lift di Gedung Lonsum sangat aman digunakan. Meski demikian tak semua pengunjung dapat menaiki lift. Izin khusus dari pengelola gedung hanya diberikan kepada pihak yang sedang melakukan penelitian.

“Secara pribadi, tugas ini (operator lift) menjadi kebanggan pribadi buat saya. Sebab, ini lift yang bersejarah di dunia,” ungkap Iwan. (*)

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com