agiodeli.com – Bersama masyarakat setempat, sejumlah aktivis membentuk “Bingkai Budaya” sebagai simpul gerakan di Kota Binjai, Sumatera Utara.
“Saat ini kita tengah berkonsentrasi melakukan kerja-kerja analisis terhadap produk warisan kebudayaan di Kota Binjai, terkait sejauh mana masyarakat dan pemerintah setempat mampu mengakselerasi produk-produk warisan leluhur itu dalam proyek-proyek pembangunan, terutama pembangunan sumber daya manusia,” ungkap inisiator gerakan, Tengku Zainuddin, SH., saat anjangsana ke Kantor Redaksi agiodeli.com di Medan, Jumat (7/1/2022).
Menurut Tengku, pihaknya sangat mengapresiasi partisipasi seorang penggiat usaha yang secara fisik menyiapkan ruang berekspresi bagi “Bingkai Budaya”. Ruang berekspresi yang kemudian menjadi anjungan formal simpul gerakan itu beralamat di Jalan Kuil No. 22, Kota Binjai.
“Insya Allah, tanggal 19 Januari ini kita menghelat sebuah pagelaran di anjungan itu. Pagelaran ini sendiri merupakan sarana sosialisasi gerakan, sekaligus transformasi pengetahuan tentang produk-produk kebudayaan yang semestinya menjadi tuntunan bagi generasi Binjai. Produk kebudayaan warisan leluhur, semestinya juga menjadi pijakan dasar dalam perencanaan pembangunan. Karenanya, ini amat penting bagi Pemerintahan Kota Binjai,” beber aktivis yang akrab disapa Tengku ini.
Dalam kesempatan ini, Tengku mengajak semua pihak untuk mendukung “Bingkai Budaya” dalam upayanya mempercepat pembangunan kebudayaan di Kota Rambutan. Hal ini merupakan amanat UU No. 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
“Gerakan ini sejatinya merupakan hasil diskusi kita dengan BNPB (Balai Pelestarian Nilai Budaya) Aceh, yang merupakan unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Kebudayaan. Jurnal atas kerja-kerja analisis kita nantinya juga akan kita sampaikan ke BNPB,” pungkas Tengku. (habib yasin)