![]() |
| Anggota DPRD Kota Medan,dr. Dimas Sofani Lubis mensosialisasikan Perda Sistem Kesehatan di Jalan Nusa Indah, Medan Selayang, Minggu (11/10/2026). (Foto : agiodeli.id/Dicky) |
Agiodeli.id - Anggota DPRD Kota Medan, dr. Dimas Sofani Lubis menegaskan program kesehatan gratis di Kota Medan harus dirasakan seluruh warga tanpa terkecuali.
Hal itu disampaikannya saat mensosialisasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan di Jalan Nusa Indah, Asam Kumbang, Sunggal, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (11/10/2026) yang dihadiri ratusan warga.
Dimas mengingatkan warga agar tidak segan melapor kepadanya jika masih dipungut biaya saat berobat.
"Intinya, tolong adukan kepada saya, bila ada berobat harus bayar. Karena ini sudah gratis. Karena programnya sudah ada, bukan uang saya juga," tegas Dimas.
Ia menjelaskan, Pemko Medan telah menerapkan program *Universal Health Coverage (UHC)* hingga saat ini, sehingga tidak ada lagi alasan warga tidak bisa berobat karena terkendala biaya.
"Jadi, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak bisa berobat karena tidak ada uang. Bila masih ada warga seperti ini, silakan laporkan langsung kepada saya," ujarnya.
Sekcam Medan Selayang, Rinaldi Sahputra Siagian mengatakan sistem kesehatan di Pustu Asam Kumbang sudah baik. Ia menyebut Wali Kota Medan terus membenahi Puskesmas di Kota Medan mulai dari gedung hingga pelayanan.
Ia berharap Puskesmas di Medan Selayang direnovasi agar masyarakat lebih nyaman saat berobat. Ia juga mengajak warga memanfaatkan program cek kesehatan gratis di Puskesmas.
"Sekarang pun ada cek kesehatan gratis di Puskesmas. Walaupun tidak sakit, silakan dicek kesehatannya. Mari kita manfaatkan program Pemko Medan ini," ujarnya.
Rinaldi juga mengingatkan warga untuk waspada terhadap wabah influenza dengan menjaga kebersihan dan memakai masker.
Mewakili Dinsos Kota Medan, Rinaldi Sitorus menjelaskan terkait banyaknya warga yang protes karena tidak mendapat bantuan sosial (Bansos). Menurutnya status 'exclude' berarti seharusnya dapat namun dibatalkan, salah satunya karena terdeteksi bermain judi online.
"NIK kita ini NIK tunggal. Jadi, kalau ada belanja online akan sangat mudah terdeteksi. Tolong bilang sama suami dan anaknya agar jangan main judi online," jelasnya.
Ia menambahkan saat ini sebanyak 4,3 juta penerima sedang dalam tahap antrian atau proses verifikasi Bansos.
Sementara itu, mewakili Pustu Medan Selayang, Rotua Simanjuntak mengajak ibu-ibu untuk aktif mengikuti kegiatan Posyandu.
"Kesehatan masyarakat dimulai dari kesehatan bayi. Saya harapkan agar ibu-ibu datang ke Posyandu. Ada banyak pemeriksaan termasuk untuk Lansia," paparnya.
Acara sosialisasi berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari ratusan warga yang hadir. (dicky)
