
Ketua DPD Partai Hanura Sumut, El Adrianshah
AgioDeli.id- Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) menggelar rapat konsolidasi di Medan, Minggu, 4 Oktober 2026, untuk memperkuat struktur organisasi sekaligus menyatukan langkah menghadapi Pemilu 2029.
Rapat dihadiri jajaran DPP, DPD dan DPC Hanura Sumatera Utara. Hadir Ketua Dewan Penasihat DPP Hanura Irjen Pol (Purn) Marwan Paris, Anggota Dewan Penasihat H. Herry Lontung Siregar, Wakil Ketua Umum Bidang OKK DPP Hanura Akhmad Muqowam.
Hadir Ketua DPD Hanura Sumut El Adrian Shah SE MIP, Wakil Ketua Bidang Perencanaan Kebijakan Strategis Syaiful Amri Sambas S.Sos MIP, Wakil Sekretaris Bidang OKK
M Hamzah Sinaga S.Sos MIP, Ketua Srikandi Hanura Suhaini, Ketua Biro Perekonomian SDA l, Agraria Dan Lingkungan Hidup Agunanta Sitepu, Dr Hepu Krisman Laia SH MhlH CLA dan Ketua Lasmura Sumut, Anggota DPRD Partai Hanura - Lambok Andreas Simamora dan Ketua Fraksi Partai Hanura DPRD Sumut Hj Riri Stephanie Siregar SH MH.
Selain jajaran pengurus struktural, rapat konsolidasi turut dihadiri pengurus inti Majelis Ta'lim Hanura Sumut.
Ketua Dewan Penasihat DPP Hanura Irjen Pol (Purn) Marwan Paris menilai konsolidasi organisasi merupakan langkah penting untuk memastikan Hanura memiliki struktur yang solid dan mampu bekerja secara berkesinambungan hingga menghadapi Pemilu 2029.
Menurutnya, seluruh jajaran partai harus memahami bahwa kekuatan organisasi tidak hanya terlihat dari keberadaan kepengurusan, tetapi dari sejauh mana pengurus mampu menjalankan tugas dan membangun komunikasi dengan kader serta masyarakat di wilayah masing-masing.
Marwan menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan soliditas seluruh jajaran Hanura. Perbedaan pandangan di internal, menurutnya, harus diselesaikan melalui komunikasi organisasi dan tidak boleh menghambat kerja-kerja partai.
Ia berharap hasil konsolidasi dapat menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat kader diseluruh Sumatera Utara. Setiap pengurus diminta bekerja sesuai tanggung jawabnya dan bersama-sama membangun kepercayaan masyarakat terhadap Hanura.
Sementara itu, Anggota Dewan Pembina Hanura H. Herry Lontung Siregar mengatakan konsolidasi harus diikuti dengan pembenahan organisasi secara menyeluruh, terutama di tingkat bawah.
Ia menilai keberadaan PAC dan struktur partai di tingkat kecamatan sangat penting karena menjadi ujung tombak dalam menjalin hubungan langsung dengan masyarakat. Karena itu, pengurus di semua tingkatan harus aktif dan tidak hanya menjalankan kegiatan ketika momentum pemilu semakin dekat.
Herry juga mengingatkan agar proses evaluasi pengurus dilakukan secara objektif dengan melihat kinerja dan tanggung jawab masing-masing. Pengurus yang bekerja dan mampu menggerakkan organisasi harus diberikan dukungan untuk terus menjalankan tugasnya.
Menurutnya, Pemilu 2029 masih memiliki waktu yang cukup panjang sehingga Hanura harus memanfaatkannya untuk melakukan pembenahan sejak dini. Konsolidasi, penguatan kader dan pembentukan struktur yang aktif dinilai menjadi modal penting untuk menghadapi agenda politik mendatang.
Wakil Ketua Umum Bidang OKK DPP Hanura Akhmad Muqowam mengatakan, konsolidasi menjadi bagian dari agenda nasional untuk memperkuat koordinasi dan memastikan struktur partai berjalan hingga tingkat kecamatan.
“Penataan organisasi harus kita tuntaskan. PAC harus benar-benar aktif dan memiliki kegiatan. Jangan sampai struktur hanya ada secara administratif, tetapi tidak bergerak,” ujar Akhmad.
Menurutnya, penyelesaian penataan PAC merupakan salah satu fokus Task Force DPP Hanura. Perapian struktur di seluruh wilayah, termasuk Sumatera Utara, ditargetkan rampung pada pertengahan Oktober 2026.
Akhmad juga meminta jajaran pengurus di Sumatera Utara menjaga komunikasi dan koordinasi antarstruktur. Konsolidasi, menurutnya, harus diikuti pembagian tugas yang jelas sehingga setiap tingkatan kepengurusan dapat bekerja sesuai fungsi masing-masing.
Ia menambahkan, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh kepengurusan di tingkat provinsi, tetapi juga oleh aktivitas kader dan struktur di tingkat kabupaten/kota hingga kecamatan. Karena itu, seluruh jajaran diminta memperkuat organisasi dari bawah.
Sementara itu, Ketua DPD Hanura Sumut El Adrian Shah mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kinerja pengurus daerah setelah konsolidasi organisasi.
Evaluasi tersebut, kata El Adrian, dapat berujung pada reshuffle apabila terdapat pengurus yang dinilai tidak menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi.
“Kita akan evaluasi. Pengurus yang aktif dan bekerja tentu dipertahankan. Kalau tidak bergerak, tentu akan kita evaluasi,” katanya.
El Adrian menegaskan penguatan struktur hingga tingkat PAC menjadi prioritas untuk membangun mesin partai menghadapi Pemilu 2029.
Ia meminta seluruh pengurus DPC memperkuat koordinasi dengan PAC dan meningkatkan komunikasi dengan kader serta masyarakat.
“Kita tidak boleh hanya bergerak menjelang pemilu. Mesin partai harus dibangun dari sekarang,” ujarnya.
Menurut El Adrian, konsolidasi juga menjadi momentum untuk menyatukan persepsi seluruh kader agar program dan kebijakan organisasi dapat dijalankan secara berjenjang. Setiap pengurus diharapkan memiliki komitmen untuk menjalankan tugas dan memperkuat keberadaan Hanura di tengah masyarakat.
Ia berharap hasil rapat konsolidasi tidak berhenti pada pembahasan internal, tetapi dilanjutkan dengan langkah konkret di masing-masing daerah. Pengurus DPD, DPC dan PAC diminta segera menindaklanjuti hasil pertemuan sesuai tugas dan wilayah kerja masing-masing.
Rapat konsolidasi tersebut diharapkan menghasilkan langkah konkret dalam memperkuat organisasi Hanura Sumut sekaligus memastikan seluruh struktur partai siap menjalankan agenda politik menuju Pemilu 2029. (*)