-->

Ukraina Sebut Eskalasi Memanas Akibat Ulah Pasukan Khusus Rusia

Editor: Redaksi AgioDeli.id author photo

Rusia
Situasi di Ukraina. sumber foto: reuters

agiodeli - Pasukan khusus Rusia telah mendarat di Donetsk, Ukraina. Intelijen militer Ukraina menyebutkan Rusia telah memasang bahan peledak di sejumlah fasiltas publik Donetsk.
Kota yang berada di wilayah timur Ukraina ini menjadi pusat konflik antara Rusia dan Ukraina yang sudah dikendalikan oleh kelompok separatis pendukung Rusia pada Jumat malam waktu setempat.
“Gerakan ini dilakukan untuk mengacaukan situasi di wilayah yang dikuasai sementara di negara kami dan menuding Ukraina melakukan aksi terorisme," ungkap Intelijen Pertahanan Dinas Keamanan Negara Ukraina lewat cuitan di Twitter, Jumat (18/2/2022). Sebagaimana dikutip cnnindonesia.com.
Dikabarkan Reuters, untuk menghindari ancaman dan bahaya terhadap warga sipil Donetsk pihak otoritas meminta warga untuk tidak berkeliaran di luar rumah dan menggunakan transportasi umum.
Saat ini, kelompok separatis yang telah memproklamirkan diri ke Rusia ini sudah menguasai dua wilayah di Ukraina, yakni Donetsk dan Luhansk. Sekitar 700 ribu warga telah dievakuasi oleh pemimpin kelompok separatis untuk diberangkatkan ke Rusia menggunakan bus. Beberapa saat setelah pengumuman evakuasi massal terdengar keras bunyi sirine pertahanan sipil di Donetsk.
Kelompok separatis mengungkapkan evakuasi massal dilakukan untuk menyelamatkan warga republik di tengah meningkatnya penembakan yang dilakukan oleh pasukan Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara tegas membantah telah melakukan serangan di wilayah Donetsk dan Luhansk sebagaimana yang dituduhkan para pemimpin kelompok separatis pendukung Rusia kepada Pemerintahan Ukraina.
Sesaat setelah pengumuman evakuasi massal, terdengar suara ledakan bom di dekat gedung Pemerintah Donetsk membuat situasi kota semakin mencekam. Ledakan tersebut diketahui berasal dari mobil jip yang terparkir di luar gedung Pemerintah Donetsk. Suara ledakan demi ledakan pun terdengar di seluruh kota.
Media Rusia melaporkan kendaraan jenis jip UAZ yang meledak tersebut diduga milik Kepala Milisi Rakyat, yang merupakan salah seorang pejabat kelompok separatis. Akibat ledakan yang begitu dahsyat, sebuah roda mobil terlempar keatas ungkap wartawan Reuters yang berada di lokasi kejadian.
Walaupun Rusia telah mengklaim menarik pasukan dari Ukraina, tetap diyakini bahwa saat ini Rusia tengah mempersiapkan serangan ke Ukraina dan menyusun dalih kebenaran terhadap serangan yang mereka lakukan.
Invasi besar-besaran yang dilakukan Rusia ke Ukraina pun diyakini oleh Presiden AS Joe Biden.
"Saya meyakini bahwa Vladimir Putin telah mengambil keputusan untuk melakukan invasi ke Ukraina, dan tentu kami punya alasan untuk meyakini hal tersebut," kata Biden saat ditanyai wartawan di Gedung Putih, AS, Sabtu (19/2/2022). Sebagaimana dikutip cnnindonesia.com.
Biden mengatakan dari berbagai informasi intelijen diisyaratkan bahwa Putin telah mengambil keputusan untuk menyerang Ukraina. (isa)

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com