-->

Selesaikan Masalah Kebersihan Lingkungan, Saipul Bahri Ajak Warga Medan Labuhan Hidupkan Kembali Budaya Gotong Royong

Editor: dicky irawan author photo
Anggota DPRD Kota Medan, Saipul Bahri menggelar Reses di Medan Labuhan, Minggu (22/2/2026). (Foto : ist)

Agiodeli.id - Menciptakan lingkungan yang bersih dan terhindar dari banjir, Sekretaris Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Medan, Saipul Bahri, mengajak warga Medan Labuhan, khususnya Kelurahan Besar menghidupkan kembali budaya gotong-royong. 

Ajakan Saipul Bahri itu disampaikan usai mendengar keluhan saat menjemput aspirasi masyarakat pada Reses V Masa Sidang II Tahun Sidang 2025-2026 yang dilaksanakan di dua lokasi berbeda di Kecamatan Medan Labuhan.

Kedua lokasi itu, masing-masing di Jalan Aloha, Lingkungan II, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan pada, Sabtu (21/2/2026) dan di Jalan Pancing III, Lingkungan V, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Minggu (22/2/2026).

Terkait banjir, kata Saipul, semua anggota DPRD Kota Medan dari Dapil II meliputi Kecamatan Medan Marelan, Medan Labuhan dan Medan Belawan telah mengusulkan untuk dilakukan normalisasi drainase dan Sungai di wilayah Medan Utara. 

“Pasca banjir 27 November 2025 lalu, semua anggota DPRD Kota Medan dari Dapil II melalui pokok-pokok pikiran masing-masing telah mengusulkan normalisasi sungai dan drainase di wilayah Medan Utara. Bahkan, kami (anggota DPRD Dari Dapil II) sepakat 35% APBD 2026 dialokasikan untuk pembangunan di Medan Utara dan itu telah dimasukkan kedalam RPJMD Kota Medan tahun 2026-2030,” ungkapnya.

Semua aspirasi yang disampaikan, sebut Saipul, menjadi catatan dan masukan bagi DPRD untuk di teruskan kepada Pemkot Medan melalui sidang paripurna guna di tindaklajuti menjadi program pembangunan. “Inilah gunanya Reses, kami jadi tahu apa yang menjadi keluhan bapak-ibu terkait dengan pembangunan Kota Medan,” sebut anggota Komisi I itu.

Senada dengan itu Kepala UPT Medan Utara Dinas SDABMBK, Kelana Putra, juga mengajak masyarakat untuk bergotong royong. Persoalan normalisasi di Jalan Pancing III, kata Kelana, rata-rata drainase barada di belakang rumah warga, sehingga pihaknya kesulitan untuk melakukan normaliasi. “Kami sudah pernah coba, namun tidak bisa masuk. Kiranya masyarakat mau bersama-sama bergotong royong ikut menormalisasi drainase. Sepertinya Pak Camat Perlu kita jadwalkan untuk bergotong royong,” paparnya.

Terkait banjir di Jalan Pancing III, sebut Kelana, masalahnya ada di parit Belanga Besi. “Rata-rata buangan masuk ke parit Belanga Besi, baru di teruskan ke parit Belanda. Kami sudah mencoba untuk membuangnya ke parit Belanda, namun masih terkendala. Makanya, tahun lalu saya tidak izinkan Jalan Pancing III dibeton. Kalau nanti di beton, akan membuat rumah warga semakin tenggelam,” jelas Kelana.

Sementara Lurah Kelurahan Besar, Gandi Gusri, mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah ke saluran drainase dan Sungai. “Setiap banjir, selalu terlihat sampah menumpuk. Selain drainase, posisi Jalan Pancing III juga rendah,” kata Gandi.

Sebelumnya warga Lingkungan V, Sutini, mengeluhkan masalah banjir. Sebab, setengah jam saja hujan, air sudah masuk ke rumah. Sementara, Yusman, menyampaikan banjir terjadi di karenakan lebar parit di ujung Jalan Pancing III tinggal 60 atau 80 Cm. “Bahkan, ujung parit Belanga Besi dan Jalan Pancing 1 sudah dicor warga, sehingga sulit untuk dinormalisasi. Saya sudah pernah masuk menyusurinya,” ujar Yusman.

Sedangkan, Suherwanto, menyampaikan banjir terjadi di Jalan Pancing III sejak adanya jalan tol tahun 1983. “Di daerah jaln tol itu ada tiga gorong-gorong, tapi hanya satu yang berfungsi. Boleh kita lihat kesana,” katanya.

Selain banjir, warga juga mempertanyakan masalah BPJS dan KIP kuliah. Hadir dalam kegiatan itu Camat Medan Labuhan Khairun Nasyir Tambusai, Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Didukcapil Adi Umarto Parinduri, perwakilan Dinas Sosial, perwakilan Dinas Kesehatan serta ratusan masyarakat. (dicky)

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com