-->

Sosper 7/2024, Agus Setiawan : Sampah Bisa Jadi Masalah dan Bisa Jadi Peluang

Editor: dicky irawan author photo
Anggota DPRD Kota Medan, Agus Setiawan S.S, M.H menggelar Sosper Pengelolahan Persampahan di Jalan Selam, Medan, Minggu (7/12/2025). (Foto : agiodeli.id/dicky)

Agiodeli.id - Sampah yang dibuang sembarangan bisa menjadi masalah, tapi sampah juga bisa menjadi peluang untuk mendapatkan uang, bila dikelola dengan baik. 

Hal itu diungkapkan oleh Anggota DPRD Kota Medan, Agus Setiawan S.S, M.H saat menggelar Sosialisasi Perda (Sosper) Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Persampahan di Sekolah Bodhicitta  Jalan Selam  Medan, Minggu (7/12/2025). 

"Masalah sampah memang masalah kecil tapi bisa menyebabkan hal besar bila dibiarkan. Makanya, sampah itu bisa jadi masalah dan bisa juga jadi peluang," ungkap politisi dari Fraksi PDIP itu. 

Agus Setiawan mengaku miris karena hingga saat ini masih ada saja masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Padahal, sampah itu bisa menjadi sumber penyakit. 

"Bila dikelola dengan baik, malah sampah bisa menghasilkan uang. Tapi, kenapa masih banyak masyarakat yang tidak terpikir ke situ," ujarnya. 

Di zaman ekonomi sulit seperti ini, Agus menambahkan, tidak ada salahnya bagi masyarakat untuk mulai berpikir, memanfaatkan sampah menjadi uang. Sebagai contoh, dengan membuat bank sampah. 

Untuk membentuk bank sampah, masyarakat bisa mendapatkan informasinya melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan. 

"Dinas Lingkungan Hidup akan mengajari masyarakat dari A sampai Z tentang pembentukan bank sampah. Jadi, tinggal koordinasi saja," paparnya. 

Dalam kesempatan itu, Agus juga menyinggung tentang sanksi bagi masyarakat dan badan perusahaan yang membuang sampah sembarangan. 

"Masyarakat yang membuang sampah sembarangan diancam dengan ancaman denda Rp10 juta atau kurungan 3 bulan. Sedangkan untuk badan perusahaan, denda Rp 50 juta atau kurungan 6 bulan. Peraturan ini mulai berlaku sejak1 Januari 2024," paparnya. 

Sementara itu, mewakili Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan  Indra Utama Pohan mengatakan  pihaknya siap membimbing kelompok masyarakat yang ingin membentuk bank sampah. 

"Syaratnya mudah. Cuma butuh minimal tiga orang saja. Ketua, sekretaris dan bendahara saja. Selebihnya, nanti tinggal koordinasi saja dengan saya," paparnya. 

Indra menambahkan, dengan adanya bank sampah, maka kesadaran masyarakat akan semakin meningkat untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing. 

"Bila sudah terbentuk bank sampah, maka bisa diuangkan ke Pegadaian dan berpeluang untuk mendapatkan beasiswa untuk anaknya," pungkasnya. (dicky)

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com