![]() |
| Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen mensosialisasikan Perda 3 2024 di Jalan Setia Jadi, Medan, Minggu (15/2/2026). (Foto : agiodeli.id/dicky) |
Agiodeli.id - Ketua DPRD Kota Medan, Drs. Wong Chun Sen, M.Pd.B mengingatkan pelaku UMKM agar tertib administrasi dan mengikuti aturan sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perlindungan dan Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Tujuannya, agar usaha pelaku UMKM bisa lebih berkembang.
Hal itu diungkapkan Wong Chun Sen saat menggelar Sosialisasi Perda (Sosper) Perlindungan dan Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Jalan Setia Jadi, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan, Minggu (15/2/2026).
"Perda ini bersifat untuk melindungi pelaku UMKM di Kota Medan agar bisa lebih berkembang, berdaya saing tinggi dan bisa mandiri" ujar Ketua DPRD Kota Medan itu.
Wong mengatakan, hingga saat ini masih banyak pelaku UMKM di Kota Medan yang tidak memahami dalam menjalankan usahanya.
"Dia (pelaku UMKM) sudah punya usaha tapi gak tahu aturan seperti tidak memiliki izin. Padahal, Pemko Medan memiliki program pembinaan dan bahkan bisa menyalurkan pinjaman modal usaha dari perbankan, asalkan memenuhi kriteria," papar Wong.
Lebih lanjut Wong Chun Sen menambahkan, tidak sedikit pula pelaku UMKM yang tidak mengerti memanajemen keuangan usahanya. Padahal, ini sangat penting dalam menjalankan roda usaha.
"Berusaha itu harus tertib administrasi dan paham akuntansi atau keuangan. Harus tahu mana kas masuk, kas keluar dan harus ada tutup buku tahunan. Jadi, kita bisa tahu berapa untung tahunannya," jelasnya.
Karena ketidaktahuan itu, tidak sedikit pula pelaku UMKM yang merugi dalam menjalankan usahanya.
"Karena keuntungannya itu, ia gunakan untuk membeli yang lain bukan untuk memperbesar modal usahanya," jelasnya.
Wong mengharapkan agar pelaku UMKM di Kota Medan memahami standarisasi dalam menjalankan usahanya, agar lebih berdaya saing hingga go international.
"Contoh China itu. Produksi pelaku UMKMnya sudah diekspor ke luar negeri. Karena selain mengutamakan quality, mereka juga gak banyak mengambil untung. Tapi quantity penjualannya bisa tinggi," pungkasnya. (dicky)
