![]() |
| Ramadan Fair XX Medan di Taman Sri Deli Medan, Kamis (5/3/2026). |
Agiodeli.id - Memasuki hari ke-9 Ramadan Fair XX Kota Medan, antusias pengunjung masih tinggi. Hal ini menjadi bukti keberhasilan pihak penyelenggara Ramadan Fair yang digelar Rabu (25/2/2026) hingga Senin (16/3/2026) di Taman Sri Deli, Medan, Sumatera Utara.
Diketahui, Ramadan Fair kembali digelar sebagai bagian dari agenda rutin selama bulan suci Ramadan. Kegiatan ini telah berlangsung selama dua dekade terakhir.
Sejumlah warga Kota Medan kabupaten/kota Sumatera Utara yang datang mengunjungi acara tersebut mengapresiasi penyelenggaraan Ramadan Fair tahun ini, terutama dari sisi kenyamanan tempat dan ragam kuliner yang tersedia. Dimana panggung dapat dinikmati oleh pengunjung
Salah seorang pengunjung, Shafira, warga Desa Marindal, Kabupaten Deli Serdang, mengaku hampir setiap tahun menyempatkan diri datang ke Ramadan Fair. Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini terasa lebih nyaman dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Setiap tahun saya hampir tidak pernah absen datang ke Ramadan Fair ini. Tapi kali ini tempatnya terasa lebih nyaman untuk nongkrong, dan ada juga makanan-makanan baru yang menurut saya lebih enak,” ujar Shafira saat ditemui di lokasi Ramadan Fair XX, Kamis (5/3) malam.
Meski demikian, ia menyarankan agar panitia menambah fasilitas pendingin seperti kipas angin mengingat kondisi cuaca di Kota Medan yang sedang cukup panas.
![]() |
| Ramadan Fair XX Medan di Taman Sri Deli Medan, Kamis (5/3/2026). |
“Cuaca di Medan lagi panas-panasnya. Mungkin bisa ditambah lagi kipas angin supaya pengunjung bisa lebih nyaman,” paparnya.
Hal senada disampaikan rekannya, Riska Nabila. Ia menilai suasana Ramadan Fair tahun ini cukup nyaman bagi pengunjung. Namun, ia berharap kebersihan fasilitas umum, khususnya toilet, dapat terus dijaga oleh panitia.
“Biasanya sebelum mengunjungi suatu tempat saya selalu ke toilet dulu. Untuk ukuran toilet umum, kebersihannya sudah cukup standar,” ujar Riska.
Ia berharap panitia terus dapat meningkatkan perawatan fasilitas tersebut agar pengunjung merasa lebih nyaman lagi.
“Kami berharap toilet bisa rutin dibersihkan oleh petugas. Kalau bersih tentu pengunjung juga lebih nyaman. Kalau bisa juga jumlahnya ditambah supaya tidak terlalu lama antre,” paparnya.
Selain itu, Riska juga mengapresiasi respons cepat petugas kebersihan yang terlihat sigap membersihkan sampah di area pengunjung.
“Tadi kami lihat ada petugas yang langsung menyapu ketika melihat sampah berserakan di sekitar tempat kami duduk. Hal seperti ini sebaiknya terus dipertahankan sampai Ramadan Fair selesai,” tuturnya.
Pada penyelenggaraan tahun 2026 ini, Ramadan Fair diikuti sekitar 150 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kehadiran para pelaku UMKM tersebut diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memberikan ruang promosi bagi produk kuliner dan usaha masyarakat selama bulan Ramadan. (dicky)

