-->

Optimis Hadapi Pemilu 2029, PSI Sumut Siapkan Mesin Partai dari Tingkat Provinsi Hingga Desa

Editor: Donny author photo

Pengurus DPW PSI Sumut

AgioDeli.id
- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sumatera Utara (Sumut) terus mempersiapkan susunan kepengurusan partai dari tingkat Kabupaten/Kota, Kecamatan hingga Kelurahan/Desa se-Sumut.

Hal itu, diungkapkan oleh Ketua DPW PSI Sumut, Sahat Marthin Philips Sinurat kepada wartawan di Kantor DPW PSI Sumut, di Jalan Kapten Pattimura nomor 145, Kota Medan, Sumut, Jumat sore, 16 Oktober 2026.

Didampingi Sekretaris DPW PSI Sumut, Delia Ulfa. Lanjut, Sahat mengatakan bahwa dari 33 Kabupaten/Kota, tinggal satu Kabupaten belum terbentuk kepengurusan yang baru. Dengan itu, hampir 85 persen susunan pengurusan sudah dibentuk se-Sumut. 

"Iya, jadi untuk kesiapan tadi, pertama kita kan membangun struktur ya, Bang. Struktur di DPD, tadi tinggal sisa satu lagi yang belum ada pengurus barunya. Struktur di kecamatan itu sudah hampir 85% ya, berarti tinggal 15% lagi yang kita bentuk," jelas Sahat. 

Sahat mengungkapkan DWP PSI Sumut juga terus mengenjot pembentukan dan pengesahan kepengurusan hingga ke akar rumput. Dari sekitar 600 kecamatan yang ada di Sumatera Utara, kepengurusan PSI pada 380 kecamatan telah mendapatkan surat keputusan (SK).

Tidak sampai disitu, Sahat mengatakan bahwa PSI Sumut juga mempersiapkan kepengurusan di tingkat Kelurahan/Desa se-Sumut. Sehingga proses tersebut, masih terus berjalan, dengan tiga sampai 4 bulan rampung. 

"Kemudian ranting ini, sudah mulai kita bentuk pengurus di kelurahan desa. Nah, itu targetnya untuk kelurahan desa itu sampai 3 sampai 4 bulan ke depan harus sudah rampung ada sekitar hampir 3.000-an ya kalau nggak salah, desa kelurahan di seluruh Sumatera Utara," kata Sahat.

Dengan kepengurusan dari tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Kelurahan/Desa. Sahat dengan optimis PSI akan menjadi partai besar dengan memperoleh suara terbanyak di Pemilu tahun 2029, terutama di Sumut ini.

"Kita juga mendorong struktur tadi harus mulai menghidupkan mesinnya. Jadi beberapa BPC, DPC itu sudah dikonsolidasikan oleh teman-teman DPD untuk kumpul, bikin kegiatan," sebut Sahat.

Sahat mengatakan PSI Sumut memiliki program untuk merekrut tokoh-tokoh masyarakat, yang sejalan dan senang dengan perjuangan dari mantan Presiden RI, Joko Widodo. Apa lagi, Jokowi sudah bergabung dengan partai berlambang Gajah itu.

"Kita juga sudah mengajak merekrut teman-teman yang orang-orang tokoh-tokoh yang mungkin selain dengan PSI ya, mereka senang dengan Pak Jokowi, loyal, cinta dengan program-program Pak Jokowi. Nah, itu juga sudah kita lakukan pendekatan-pendekatan. Jadi sudah ada tokoh-tokoh yang dulunya di partai lain itu sudah mau bergabung ke PSI," ungkap Sahat.

"​Tinggal kapan kita deklarasikan, muncurkan di media, itu atau di pemerintahan itu nanti ada momen-momennya. Jadi tidak langsung bersamaan. Nah, yang ketiga," tutur Sahat. 

Sahat mengatakan DPW PSI Sumut juga memiliki 8 program solidaritas, yang dinilai dapat berjuang bersama masyarakat di Indonesia, terutama di Provinsi Sumut ini. Dengan aspirasi dan tujuan mensejahterakan rakyat di tanah air ini.

"Nah, itu untuk bisa kemudian memahami tentang nilai-nilai partai, apa yang menjadi visi kita, dan cara pendekatan kita ke masyarakat," tutur Sahat.

Kedelapan program itu, yaitu solidaritas untuk pekerja dan buruh; solidaritas masyarakat desa; solidaritas untuk penyandang disabilitas; solidaritas untuk petani dan nelayan; solidaritas untuk pedagang pasar dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM); solidaritas perempuan dan anak; solidaritas bilal mayit dan penggali kubur; serta solidaritas untuk wong cilik dan masyarakat miskin perkotaan.

“Melalui program solidaritas ini PSI akan menjadi ‘Rumah” bagi semua elemen masyarakat untuk menjadi tempat menampung aspirasi mereka dan juga untuk memperjuangkan kebutuhan mereka. PSI menargetkan program-program itu tidak berhenti sebagai agenda politik semata, tetapi menjadi sarana untuk menampung aspirasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat secara berkelanjutan,” sebut Sahat. (*)


Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com