| Faisal Basri. foto: pikiran rakyat |
agiodeli – Program energi B20 mengalihkan secara besar-besaran pasokan crude palm oil (CPO) ke industri bio diesel. Ekonom senior Faisal Basri menyebut kebijakan pemerintah inilah yang mengakibatkan naik sekaligus langkanya minyak goreng.
Dikutip dari
laman detik.com, Faisal Basri produsen CPO ramai-ramai mengalihkan pasokan ke
industri bio diesel dari yang sebelumnya untuk industri minyak goreng. Ini disebabkan
margin keuntungan yang lebih besar.
Diketahui,
saat ini terjadi kelangkaan minyak goreng, terutama di pasar-pasar ritel modern. Kelangkaan terjadi begitu
pemerintah menetapkan harga Rp14 ribu per liter minyak goreng.
Fenomena kelangkaan minyak goreng itu membuat Ombudsman
RI melakukan pemantauan di 34 provinsi sekaligus. Hasilnya, sebagaimana diungkap
Anggota Ombudsman
Republik Indonesia, Yeka Hendra Fatika di laman suara.com, ada tiga faktor
pemicu.
Pertama,
terjadi penimbunan. Menurut Yeka seharusnya Satgas Pangan bergerak cepat dan
tegas dalam menanganinya.
Kedua,
terjadi pengalihan. Yeka menyebut ada oknum dari pasar modern yang menjual stok
ke pasar tradisional.
"Akhirnya
ada pengalihan yang harusnya dijual di pasar modern, dijual Rp14 ribu dengan
dijual lagi ke pasar tradisional ke toko-toko dijual Rp15-16 ribu. Tentunya
masyarakat kalau mau ke pasar modern gak ada akses. Kalau ada akses, belum tentu ada juga
barangnya," kata Yeka.
Ketiga,
panic buying di tengah masayarakat. "Banyak sekali foto-foto yang
dikirimkan dan video ke Ombudsman, mencerminkan panic buying. Kenapa terjadi
sehingga luput intervensi," katanya. (indra)