
Wakil Gubernur dan Sekda Prov Sumatera Utara memakaikan kain Ulos kepada Menteri PPA Arifah Fauzi
AgioDeli.id- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) untuk memperkuat upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak di daerah ini.
Penandatanganan berlangsung di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No. 30 Medan, Jumat, 7 November 2025 malam. Kegiatan tersebut juga dihadiri langsung oleh Menteri PPPA Arifah Fauzi dan Wakil Gubernur Sumut Surya, mewakili Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution.
Wakil Gubernur Surya mengatakan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak menjadi salah satu agenda strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumut 2025–2029. Fokus tersebut tercantum dalam misi kelima, yaitu memperkuat ketahanan sosial dan budaya untuk membangun masyarakat Sumut yang tangguh.
“Kita berkomitmen kuat dalam mencegah dan menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hasilnya, kita berhasil menurunkan Indeks Ketimpangan Gender (IKG) dari 0,425 menjadi 0,399 pada tahun 2024,” ujar Surya.
Meski demikian, Surya menilai tantangan di bidang perlindungan perempuan dan anak masih cukup besar. Berdasarkan data hingga Oktober 2025, tercatat 1.444 kasus kekerasan terjadi di Sumut.
“Ini masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Karena itu, kita perlu memperkuat kerja sama lintas sektor — mulai dari lembaga perlindungan, institusi pendidikan, hingga aparat penegak hukum,” tegasnya.
Menteri PPPA Arifah Fauzi dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi atas komitmen dan capaian Pemprov Sumut dalam bidang perlindungan perempuan dan anak. Menurutnya, Sumut termasuk salah satu provinsi dengan kemajuan signifikan, terbukti dengan diraihnya Anugerah Parahita Ekapraya (APE) tahun 2023 dari pemerintah pusat.
“Saya mengapresiasi berbagai capaian yang telah diraih Pemprov Sumut, termasuk dukungan para bupati dan wali kota yang telah menjalankan kebijakan pembangunan berperspektif perempuan dan anak,” ungkapnya.
Selain penghargaan APE, sebanyak 15 kabupaten/kota di Sumut juga berhasil meraih predikat Kota Layak Anak (KLA) tahun 2025. Kabupaten Deli Serdang menempati kategori tertinggi (Nindya), disusul Medan, Labuhanbatu Utara, Tebingtinggi, Labuhanbatu, dan Serdang Bedagai (kategori Madya). Sementara Binjai, Asahan, Batubara, Tapanuli Selatan, Karo, Sibolga, Padangsidimpuan, dan Padanglawas Utara meraih kategori Pratama.
Acara penandatanganan turut dihadiri Kepala LLDIKTI Wilayah I Sumut Saiful Anwar Matondang, Rektor USU Muryanto Amin, Staf Ahli I TP PKK Titiek Sugiarti, Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam Nurhayati, serta Pj Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap. Hadir pula sejumlah bupati/wali kota se-Sumut, perwakilan OPD, dan lembaga pendidikan. (*)