
Gubsu menemui korban banjir
AgioDeli.id- Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) menyiapkan dua opsi pelaksanaan ujian akhir bagi siswa tingkat SMA, SMK, dan SLB yang terdampak bencana banjir. Langkah ini diambil menyikapi kondisi 79 sekolah yang hingga kini masih terendam atau mengalami kerusakan akibat banjir.
Gubernur Sumut, Bobby Afif Nasution, menjelaskan bahwa opsi pertama adalah pelaksanaan ujian secara daring (dalam jaringan). Opsi ini diprioritaskan untuk sekolah dan siswa yang wilayahnya masih sulit dijangkau.
“Kami sedang upayakan melalui daring bagi siswa dan sekolahnya terdampak banjir untuk melakukan ujian. Namun, kendalanya, saat ini masih ada daerah yang jaringan internetnya belum stabil,” ungkap Gubernur Bobby Nasution kepada awak media.
Opsi kedua adalah ujian secara luring (luar jaringan) atau offline, yang akan difokuskan di satu tempat yang aman dan tidak terdampak banjir. Gubernur menambahkan bahwa Disdik Sumut saat ini sedang menyusun konsep dan berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk menentukan opsi yang paling tepat agar proses pendidikan siswa tetap berjalan.
Fokus Khusus dan Ujian Susulan
Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, menambahkan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan Kementerian Pendidikan terkait kebijakan ujian susulan bagi siswa korban banjir. Hal ini mengingat siswa yang tidak terdampak saat ini sedang menjalani masa ujian.
“Bagi siswa yang terdampak banjir, kami tetap memberikan perhatian khusus. Pelaksanaannya akan dilakukan apakah melalui offline dengan menempatkan di satu tempat, atau melalui daring,” jelas Alex.
Mengenai mekanisme luring, Alex menyebutkan bahwa Disdik akan menyiapkan lokasi terpusat beserta pengawasnya. Namun, penentuan lokasi akan sangat mempertimbangkan domisili siswa yang tersebar luas, sehingga lokasi yang dipilih harus aman dan mudah diakses.
“Lokasinya belum ditentukan. Harus melihat domisili siswa karena rumah mereka terpencar. Jadi, harus melihat lokasi yang tepat. Kami sedang melakukan pendataan,” tambahnya.
Hingga saat ini, opsi final yang akan digunakan belum diputuskan, namun sudah dikoordinasikan ke Pemerintah Pusat. Alex memastikan bahwa siswa-siswi yang terdampak banjir akan tetap melaksanakan ujian dan diberikan perhatian khusus, dengan keputusan final diharapkan keluar dalam beberapa hari ke depan.
Tercatat, 79 bangunan sekolah di beberapa kabupaten/kota seperti Langkat, Mandailing Natal (Madina), Tapanuli Tengah, dan Sibolga terdampak banjir dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. “Dampak kerusakannya bervariasi. Ada yang rusak parah, sedang, dan hanya terkena banjir saja seperti di SMA Negeri 1 Tanjung Pura,” pungkas Alex. (*)