-->

Masyarakat Keluhkan Mahalnya Lahan Perkuburan, Anggota DPRD Medan Angkat Bicara

Editor: dicky irawan author photo


Agiodeli.id - Masyarakat di Kecamatan Medan Helvetia mengeluhkan persoalan lahan perkuburan Kristen yang sudah penuh, sehingga mengalami kesulitan untuk mencari pemakaman bila ada yang meninggal.

Keluhan warga tersebut disampaikan kepada Anggota DPRD Kota Medan, Robi Barus, Sabtu (14/2/2026) di Jalan Gaperta Ujung, Medan Helvetia.

"Kami dari masyarakat Helvetia, memohon kepada agar lahan pemakaman umum Kristen dapat disediakan Pemko Medan dengan biaya yang murah, " kata salah satu warga saat itu.

Hal ini juga disampaikan oleh Jonlis Purba bahwa saat ini tidak hanya umat Kristen Medan Helvetia kesulitan pemakaman, tapi hampir keseluruh kecamatan.

"Kami umat Kristen di Helvetia ini benar-benar kesulitan mencari pemakaman bila ada meninggal.Karena sejumlah pemakaman sudah penuh baik milik Pemko Medan maupun swasta, contoh Sei Bederah, Cinta Damai dan Sei Semayang penuh ini biasa dipakai untuk di Helvetia.Untuk Simalingkar B jelas biaya sangat mahal, coba mau dimakamkan dimana lagi," keluh Jonlis Purba yang diamini warga lainya.

Dikatakan, Jonlis sebagai pengurus partai dirinya kerap menerima keluhan warga, terutama persoalan pemakaman.

"Baru-baru ini sebagai kader PDI Perjuangan saya menerima keluhan dari STM ada yang meninggal, tapi tidak tahu harus dimakamkan.Dan setelah mencari informasi ternyata Pemko Medan sudah ada membentuk Badan Pengelola Perkuburan Kristen ( BP2K), tapi tidak semua STM-STM lingkungan tahu jadi tidak masuk menjadi anggota," kata Jonlis Purba yang merupakan Ketua PAC PDIP Medan Helvetia.

Ia mengatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Camat Helvetia telah membentuk Badan Pengelola Perkuburan Kristen BP2K), tapi sangat minim dilakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya Serikat Tolong Menolong (STM) Kristen.

"Ada yang perlu kami sampaikan juga Pemko Medan sudah membentuk BP2K untuk membantu mempermudah mendapatkan pemakaman.Ini berada langsung di Camat dengan keanggotaan masing-masing STM, sudah berjalan selama tiga tahun tapi banyak ketua-ketua STM tidak tahu," paparnya. (dicky)

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com