![]() |
| KALISTA menggelar bincang Bus Listrik Medan di Restoran Kembang, Medan Amplas, Senin (9/3/2026). (Foto : agiodeli.id/dicky) |
Agiodeli.id- Sejak pertama kali bus listrik di Kota Medan beroperasi, November 2024 hingga Januari 2026, sebanyak 2,755,637 penumpang, dengan total pendapatan Rp 12.002.651.107.
Dari 5 koridor yang tersedia, koridor Belawan - Lapangan Merdeka yang memiliki jumlah penumpang terbanyak dibandingkan dengan 4 koridor lainnya seperti koridor Amplas- Pinang Baris, J City - Plaza Medan Fair, Tuntungan - Lapangan Merdeka dan koridor Tembung - Lapangan Merdeka.
Adapun jumlah unit bus listrik yang tersedia, sebanyak 60 unit, dengan perincian 55 unit yang beroperasi dan 5 unit cadangan.
Hal itu diungkapkan oleh Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Suriono di acara Forum Bincang Bus Listrik Medan yang digelar Kalista di Restoran Kembang, Medan Amplas, Senin (9/3/2026).
"Dibandingkan dengan kota lain, jumlah penumpang bus listtik di Medan lebih banyak. Tidak heran jika banyak yang bertanya bagaimana triknya," papar Suriono.
Dengan banyaknya jumlah penumpang bus listrik Medan itu, Suriono menambahkan, bakal ada pengembangan operasional bus listrik, baik dari jumlah unit bus listrik, hingga penambahan jumlah koridornya.
"Nantinya akan ada 273 bus listrik dengan 681 bus stop/halte, 31 stasiun BRT, 12 rute BRT, 21 kilometer jalur khusus dan 553 kilometer layanan. Kalau pelayanan kurang baik, maka akan kami perbaiki. Kami tetap terima saran dan kritik," pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Kalista Group, Albert Aulia Ilyas mengatakan operasional bus listrik atau yang dikenal dengan Bus Rapid Transit (BRT) merupakan transportasi publik yang hijau dan berkelanjutan.
Kegiatan ini menjadi momentum refleksi atas satu tahun perjalanan operasional BRT Medan berbasis bus listrik yang telah menunjukkan dampak nyata bagi sistem transportasi perkotaan.
Selama periode Januari hingga Desember 2025, armada bus listrik dalam layanan BRT Medan telah menempuh lebih dari 3.900.000-kilometer perjalanan, melayani lebih dari 2.700.000 penumpang, serta berkontribusi pada pengurangan emisi hingga 28% dibandingkan dengan transportasi publik konvensional.
"Semoga forum bus listrik seperti ini bisa rutin dilakukan. Tujuannya, bagaimana kita melakukan transformasi kenderaan publik dari konvensional ke modern," jelasnya.
Sementara itu, Adriansyah Yasin Sulaeman selaku Direktur Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FTJ)-Transport For Jakarta mengatakan bus listrik bisa mengubah transportasi umum di Kota Medan.
"Ini merupakan pengembangan sistem transportasi publik di Kota Medan. Setidaknya, Halte di Lapangan Merdeka Kota Medan merupakan Halte BRT pertama yang ada di luar Jakarta," ujarnya. (dicky)
