![]() |
| Anggota DPRD Kota Medan, Sri Rejeki. (Foto : ist) |
Agiodeli.id - Harga minyak goreng subsidi Minyak Kita di Kota Medan melonjak hingga Rp20.000 – Rp22.000 per liter. Padahal harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah hanya Rp15.700 per liter.
Lonjakan ini memicu keresahan warga. Menyikapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Medan dari Fraksi PKS, Hj. Sri Rezeki AMd, mendesak Pemerintah Kota Medan segera turun ke pasar.
“Saran saya, Pemko Medan segera melakukan peninjauan ke pasar-pasar. Jika selisih harganya sudah terlalu jauh, ini sangat berisiko disusupi spekulan,” tegas Sri Rezeki, Senin (11/5/2026).
Ia mengkritik Pemko agar tidak menunggu isu viral di media sosial baru bergerak. Menurutnya, penyebab kenaikan harus segera diinvestigasi karena beban ekonomi masyarakat saat ini sudah berat.
“Jangan tunggu viral dulu baru bergerak. Cari tahu penyebabnya dan apa solusinya. Kondisi ekonomi masyarakat saat ini sedang menjepit, jangan ditambah susah lagi,” ujarnya.
Sri Rezeki menyebut Minyakita adalah kebutuhan pokok yang dipakai hampir setiap rumah. Kenaikannya juga berdampak pada harga bahan makanan lain.
Sebagai langkah konkret, ia meminta Pemko Medan segera menggelar operasi pasar atau pasar murah agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Pemko harus cepat bergerak. Jangan hanya bilang sudah turun, tapi entah turun ke mana, karena hasilnya tidak ada dan masyarakat tidak merasakan perubahan,” tutupnya.
Pantauan di pasar, selain Minyakita, sejumlah komoditas lain juga naik. Cabai rawit Rp80.000 – Rp90.000/kg, bawang merah dan putih Rp40.000 – Rp50.000/kg, dan daging ayam ras Rp35.500 – Rp40.000/kg. Harga minyak curah juga naik ke Rp21.000/kg. Pelaku UMKM turut mengeluh karena harga kemasan plastik ikut naik. (Dicky)
