-->

35 Persen APBD Medan untuk Medan Utara, Saipul Bahri Ajak Warga Ikut Kawal

Editor: Dicky author photo
Anggota DPRD Kota Medan, Saipul Bahri menggelar Reses VI Masa Sidang III Tahun Sidang 2025-2026 di Jalan Abdul Sani Muthalib, Lingkungan IX, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (25/7/2026). (Foto : ist)

Agiodeli.id - Sekretaris Fraksi NasDem DPRD Kota Medan Saipul Bahri mengajak warga ikut mengawal anggaran pembangunan Medan Utara.

Ajakan itu disampaikan saat Reses VI Masa Sidang III Tahun Sidang 2025-2026 di Jalan Abdul Sani Muthalib, Lingkungan IX, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Saipul, 35 persen APBD Kota Medan dialokasikan untuk pembangunan di tiga kecamatan yakni Medan Marelan, Medan Labuhan dan Medan Belawan.

"Selain kami para legislator dari Dapil II, masyarakat juga harus ikut mengawal anggaran itu, agar percepatan pembangunan wilayah Medan Utara dapat terlaksana dengan baik dan tepat waktu," katanya.

Ia menyebut wilayah Medan Utara masih sangat butuh pembangunan infrastruktur jalan dan drainase. Bahkan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas disebut sangat konsen terhadap pembangunan di Marelan dan baru saja meninjau pembangunan Jalan Marelan III Tengah.

Saipul memastikan beberapa titik infrastruktur yang diusulkan warga sudah masuk prioritas dan bahkan ada yang sudah proses lelang dan uji kualitas.

"Dalam waktu dekat pada tahun ini akan dikerjakan," ujarnya.

Turut hadir dalam reses tersebut Camat Medan Marelan Zulkifli Pulungan, Camat Medan Labuhan Elias Padang, Camat Medan Belawan Robby Kurniawan, Disdukcapil, Dishub, dan ratusan warga.

Para camat juga meminta warga tidak hanya jadi objek pembangunan tapi jadi subjek yang aktif mengawal.

Dalam sesi aspirasi, mayoritas warga mengeluhkan infrastruktur. Supariani dan Siswati dari Marelan meminta drainase karena wilayahnya selalu tergenang saat hujan dan jalan banyak berlubang.

"Sejak tahun 2012 daerah kami selalu diukur, namun sampai saat ini drainase yang diharapkan tidak kunjung dibuat," keluh Misrianto warga Rengas Pulau.

Keluhan lain soal lampu jalan. Warga Pekan Labuhan, Kampung Kolam Belawan Bahagia, dan Kelurahan Tangkahan menyebut banyak LPJU mati sehingga rawan begal.

"Di sana ada 24 tiang listrik, namun hanya 8 tiang yang hidup lampunya," kata Agam.

Selain infrastruktur dan LPJU, warga juga mengeluhkan soal BPJS dan bantuan pendidikan.

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com