![]() |
| Ketua PW MDI Sumut, Ichwan Habib bersama Ferdy Syam mengikuti FGD bertajuk Putus Mata Rantai Riba' di gedung BSI Perwakilan Sumut, Rabu (22/7/2026). (Foto : ist) |
Agiodeli.id - Memutus mata rantai riba tidak bisa dilakukan satu pihak. Dibutuhkan sinergi antara ulama, pemerintah, regulator, legislatif, lembaga keuangan syariah, akademisi, hingga pelaku usaha.
Hal itu diungkapkan oleh Bendahara Masyarakat Ekonomi Syariah, sekaligus Ketua PW Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Sumut, Ichwan Habib usai mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Putus Mata Rantai Riba: Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Keadilan Ekonomi Masyarakat” yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) Wilayah Sumatera Utara (Sumut), di Kantor BSI Perwakilan Wilayah Sumut, Rabu (22/7/2026).
"Melalui FGD itu, kolaborasi antar lembaga bisa memutuskan mata rantai riba. FGD ini juga menjadi langkah awal memperkuat ekosistem ekonomi syariah yang inklusif di Sumatera Utara," papar Ichwan Habib didampingi Pengurus PW MDI Sumut, Ferdy Syam yang juga ikut hadir dalam FGD tersebut.
Ichwan menambahkan, tidak sedikit pelaku UMKM di Kota Medan dan bahkan di Sumatera Utara yang terjerat riba. Akibatnya, para pelaku usaha itu terlilit hutang, hingga kesulitan melunaskan hutangnya.
"Hal itu karena untuk mengembangkan usahanya, pelaku UMKM itu berhubungan dengan rentenir dan bahkan meminjam uang dari Pinjol. Akibatnya, bungan pinjamannya membengkak," ujarnya.
Masalah ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Harus ada langkah konkrit, menuntaskan masalah tersebut, agar pelaku UMKM di Sumut tidak lagi terjebak dalam praktik rentenir dan riba.
"Harus ada komitmen bersama lintas lembaga untuk menghadirkan solusi yang nyata bagi masyarakat yang terjerat praktik rentenir dan riba tersebut," paparnya.
Setidaknya, ekonomi syariah harus hadir di tengah-tengah masyarakat, sebagai solusi yang adil, produktif dan menyejahterakan pelaku UMKM di Sumut.
"Jangan hanya sekadar wacana. Harus ada aksi nyata yang bisa membuat para pelaku UMKM keluar dari jeratan rentenir dan riba," pungkasnya. (Dicky)
