![]() |
Paul Mei Anton Simanjuntak menyebarluaskan Ideologi Pancasila dan Wasbang di Jalan Kolonel Yos Sudarso, Medan Deli, Sabtu (11/7/2026) sore. |
Hal itu disampaikan Paul Mei Anton Simanjuntak saat ia menggelar Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Kolonel Yos Sudarso Km 10,5, Lingkungan II, Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli, Sabtu (11/7/2026) sore.
Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, konflik dan perpecahan di masyarakat banyak terjadi karena nilai Pancasila sudah mulai terkikis.
“Jangan memaksakan kehendak. Hargai pendapat, keyakinan dan kepercayaan orang lain. Kalau tidak, kerukunan yang kita jaga selama ini bisa runtuh,” tegas Paul Simanjuntak, SH.
Menurutnya, satu-satunya cara menyatukan perbedaan suku, agama dan budaya adalah dengan mengamalkan Pancasila secara sungguh-sungguh.
“Dengan memahami Pancasila, kita akan belajar saling menghargai perbedaan. Tanpa itu, bangsa ini rawan pecah,” ucapnya.
Paul juga menyoroti pentingnya penanaman nilai Pancasila sejak dini kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
“Kalau dari kecil sudah diajarkan nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah, dan Keadilan Sosial, maka mereka akan tumbuh jadi pribadi yang beretika dan cinta damai,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pancasila bukan barang asing bagi bangsa Indonesia. Nilai-nilainya sudah lama hidup dalam budaya, sosial dan spiritualitas masyarakat Nusantara.
“Pancasila adalah kepribadian bangsa Indonesia. Dia adalah sumber nilai, moralitas dan etika publik. Jadi setiap kebijakan harus diukur dengan Pancasila. Baik atau buruk, tolok ukurnya di situ,” tegasnya.
Dalam kesenpatan itu, Paul juga mengajak seluruh elemen masyarakat memulai perubahan dari diri sendiri.
“Membangun bangsa butuh perjuangan. Dan kedaulatan ada di tangan rakyat. Mari kita jaga persatuan dengan tidak memaksakan kehendak,” pungkasnya. (Dicky)
