-->

Jadi Korban Polemik Kampus, Mahasiswa UDA Desak Rektorat Bertanggungjawab

Editor: Dicky author photo

 

Sejumlah mahasiswa Universitas Darma Agung menggelar aksi demo di depan kampus, Jalan DR TD Pardede, Medan Barat, Jumat (28/8/2026). (Foto : agiodeli.id/dicky)

Agiodeli.id – Pencabutan akreditasi Universitas Darma Agung (UDA) oleh BAN-PT ternyata paling berat dirasakan mahasiswa. Jumat (28/8/2026), mereka kembali turun ke jalan di depan Kampus UDA, Jalan DR. TD Pardede, Medan Barat.

Bukan karena ingin rusuh. Tapi karena mereka merasa ditinggalkan. Hingga hari ini, belum ada kepastian dari Rektorat soal nasib akademik, legalitas ijazah, dan biaya kuliah ke depan.

Aksi sempat diwarnai pembakaran ban. Mahasiswa bergantian berorasi menuntut pertanggungjawaban Rektorat dan Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA).

“Ini bukan tentang kita. Ini tentang orangtua kita di kampung yang susah payah mencari uang untuk biaya kuliah kita,” ucap salah seorang orator.

Pemicu kemarahan lain adalah munculnya tagihan tambahan Rp2 juta di tengah polemik internal yayasan.

“Kami jelas menolak uang 2 juta yang diminta pihak kampus,” tegas mahasiswa lain.

Mereka mengaku sudah mencoba jalur baik-baik. Sudah audiensi ke Rektorat. Tapi hasilnya nihil.

“Kami tadi sudah menghadap pihak rektorat, ngomong baik-baik, tapi belum ada juga solusinya. Makanya, kami demo sekarang,” kata salah seorang mahasiswa yang tak ingin namanya dipublis.

Dalam aksi tersebut, mahasisa terus memanggil Rektor untuk menemui mereka. “Rektor, keluar kau.. jangan sembunyi di dalam,” teriak peserta aksi.

Aksi berjalan dengan pengawalan polisi. Saat sempat bersitegang dengan pengendara, mahasiswa menegaskan kegiatan ini sudah berizin.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada perwakilan Rektorat yang menemui mahasiwa. 

Mahasiswa menegaskan akan terus bergerak jika Rektorat dan Yayasan tidak segera memberi kepastian terkait status akademik, legalitas ijazah, dan keringanan biaya pasca pencabutan akreditasi BAN-PT. 

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com