![]() |
| Anggota DPRD Medan, Edi Saputra. (Foto : ist) |
Agiodeli.id - Kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di Berastagi jadi peringatan keras.
Anggota DPRD Medan, Edi Saputra meminta kasus itu tak berhenti di pencopotan Kepala SPPG oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
"Kalau sudah ratusan anak jadi korban, tidak cukup dengan pencopotan. Harus diusut tuntas. Kalau ada kelalaian, laporkan ke Kepolisian," tegas Edi Saputra kepada wartawan, Jumat (14/8/2026).
Edi meminta polisi menelusuri rantai MBG dari hulu ke hilir: yayasan, mitra dapur, pemasok, pembelian bahan, penyimpanan, juru masak, hingga distribusi.
"Jangan hanya pekerja dapur yang diperiksa. Kalau ada intervensi soal penentuan pemasok atau harga, siapa yang perintahkan juga harus diperiksa," ujarnya.
Menurut Edi Saputra, ini bukan kesalahan administratif biasa. Makanan dikonsumsi anak setiap hari, satu kelalaian bisa berakibat fatal.
Berastagi Harus Menjadi Peringatan bagi Kota Medan
Edi Saputra meminta kejadian tersebut menjadi momentum bagi Pemko Medan, DPRD Kota Medan, BGN, Dinas Kesehatan, Puskesmas dan instansi terkait untuk segera mengevaluasi pelaksanaan MBG di Kota Medan.
Pengawasan harus dilakukan dari pemasok dan bahan baku, sanitasi dapur, kualitas air, penyimpanan, proses memasak, pemorsian dan pencucian alat makan sampai waktu serta proses distribusi ke sekolah. Inspeksi mendadak juga perlu dilakukan secara berkala.
"Jangan tunggu ada korban di Kota Medan baru kita bergerak. Periksa sekarang dapurnya, bahan bakunya, pemasoknya, SDM-nya, sanitasi dan SOP-nya. Pastikan Pengawas Gizi dan Pengawas Sanitasi dapat menjalankan fungsi profesionalnya tanpa tekanan atau intervensi pihak mana pun," ujarnya.
Walau demikian, Edi Saputra menegaskan DPRD tetap mendukung tujuan Program Makan Bergizi Gratis. Namun keberhasilan MBG tidak cukup diukur dari banyaknya dapur yang beroperasi atau jumlah porsi yang dibagikan.
"MBG harus kita dukung, tetapi keselamatan anak adalah yang utama. Pencopotan jabatan adalah sanksi administratif; jika ada dugaan pelanggaran hukum, serahkan kepada aparat penegak hukum. Usut dari hulu sampai hilir, temukan siapa yang bertanggung jawab dan berikan sanksi tegas kepada siapa pun yang terbukti bersalah. Jangan tunggu keracunan berubah menjadi tragedi yang merenggut nyawa," pungkasnya. (dicky)
