![]() |
| Ilustrasi petani memanen padi sebagai tanda swasembada pangan. (Foto : ist) |
Agiodeli.id - Capaian swasembada beras yang dibanggakan Presiden harus dibarengi jaminan harga untuk petani.
Itu desakan Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo usai pidato kenegaraan Presiden di Senayan, Jumat (14/8/2026).
Firman bilang target swasembada yang harusnya baru tercapai 2027, sudah tercapai lebih cepat di 2025-2026 dengan produksi 5,3 juta ton. Stok juga aman.
Baca juga : https://www.agiodeli.id/2026/08/gempa-m77-guncang-flores-ntt-hari-ini.html
Kuncinya karena pemerintah kasih kepastian harga pembelian. Petani jadi nyaman jual ke Bulog.
"Petani itu mau menanam asal ada jaminan harga. Saya usulkan komoditas tertentu ditetapkan harganya seperti beras," kata politisi Golkar itu.
Ia minta jangan semua komoditas pangan dilepas ke pasar bebas. Petani lokal tidak akan kuat lawan produk impor.
Baca juga : https://www.agiodeli.id/2026/08/ratusan-siswa-keracunan-mbg-di.html
Menurutnya harga harus seimbang. Petani untung, masyarakat tetap bisa beli.
"Produksi dalam negeri tingkatkan bertahap, impor dikurangi gradual," tegasnya. (dicky)
