Sasar Pemilih Millenial di Medsos Tak Perlu Banyak Gimmick

Editor: Donny author photo

Diskusi Democration Talk membahas Pemimpin Ideal di mata kaum Millenial yang dilaksanakan Millenial Tiga di Hitam Putih Coffe, Jalan Pasar Baru Medan. (Habib Yasin)

AgioDeli.id
- Kaum milenial menjadi kelompok pemilih terbesar pada Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Menyikapi hal tersebut, Millenial Tiga menggelar Democration Talk, yang mengangkat tema Pemimpim Ideal di Mata Kaum Milenial (Pemimpin Gimmick atau Merakyat). 

Dalam diskusi yang digelar di Hitam Putih Coffee, Jalan Pasar Baru No 54, Medan Selayang, Jumat, 8 Desember 2023, hadir sebagai narasumber Fredick Broven Ekayanta yang merupakan Dosen Fisip Universitas Sumatera Utara, dan Elna Sipayung, salah seorang aktivis di Kota Medan, serta Ramot Josua Simarmata sebagai moderator 

Dalam pemaparannya, Fredick Broven Ekayanta menyampaikan, saat ini dengan tingginya jumlah pemilih dari kaum milenial yang akrab disebut Gen Z, membuat media sosial adalah sesuatu yang seksi sebagai sarana kampanye jelang Pemilu dan Pilpres 2024.

"Fenomena ini sendiri ditangkap para calon presiden yang akan bertarung pada perhelatan Pilpres 2024 mendatang. Namun, jangan maraknya berkampanye di medsos hanya menghasilkan gimmick-gimmick yang terbilang tak penting dalam menampilkan visi dan misi," jelasnya.

Dijelaskan Fredick, saat ini medsos yang digemari kaum millenial adalah platform yang menyajikan durasi pendek, seperti Tik Tok dan Instagram. 

"Berdasarkan hasil survey sendiri, saat ini memang banyak konstituen yang menjadikan medsos dengan durasi pendek sebagai landasannya. Dengan demikian, para calon sepertinya terus mengaktifkan pola seperti ini. Padahal, masyarakat butuh pemimpin yang merakyat," katanya.

Ditambahkannya, saat ini masyarakat butuh pemimpin yang merakyat untuk bisa menyampaikan visi yang penting dalam berpolitik, bukan hanya gimmick yang bisa dinikmati untuk bersenang-senang," pungkasnya.

Sementara itu, Elna Sipayung menjelaskan, gimmick di medsos memang saat ini menjadi sarana yang efektif untuk meningkatkan elektabilitas. 

"Namun, untuk konteks pilpres, ini jelas tak relevan. Untuk mencari pemimpin yang akan mengurusi 281 juta penduduk tak bisa hanya melihat melalui medsos visi dan misinya, apalagi banyak gimmick," katanya.

Elna juga mengatakan, saat ini hanya tiga syarat yang wajib dimiliki sosok yang akan jadi pemimpin di Indonesia.

"Wawasan, gagasan dan pengalaman. Itu merupakan aspek yang wajib dimiliki untuk menjadi seorang pemimpin," ujarnya. 

Untuk itu, Elna kembali menegaskan gimmick di medsos memang diperlukan seorang pemimpin untuk mem-branding dirinya, sebagai seorang pemimpin yang merakyat dan mengedepankan kepentingan rakyat.

"Jadi diskusi seperti ini sangat dibutuhkan untuk meng-upgrade pola pikir kaum millenial dalam memilih pemimpin yang berkualitas untuk menuju Indonesia Emas," tutupnya.

Selanjutnya, acara diteruskan dengan diskusi antara peserta dan narasumber membahas sistem demokrasi dan memilih pemimpin untuk Indonesia.  (Donny)

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com