-->

Kolaborasi Apik UMKM Simalungun Bersama Japfa, Hadirkan Produk dari Tetelan dan Tulang Ikan Nila

Ikan Nila, UMKM Simlaungun, Rospita Purba, PT Japfa

Editor: B Warsito author photo
External Relation PT Sari Tani Pemuka anak perusahaan PT Japfa, Reza Siregar; Rospita Purba dan Pelaku UMKM Simalungun Mulyani menunjukkan tiga produk hasil olahan tetelan daging dan tulang ikan nila. (Istimewa)





Agiodeli.id - Aroma olahan ikan nila goreng dan nila kukusan, menguap menggoda selera dari dapur produksi sederhana milik Ibu Mulyani di Kelurahan Panei Tongah, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun. 

Padahal, bahan yang diolah bukan ikan utuh, tapi semangat kaum ibu pejuang dapur itu sangat menyala. Siang itu, Jumat, 28 Agustus 2026. Diselimuti cuaca yang sedikit mendung, saat itulah tetelan-tetelan dan tulang ikan itu diolah dan berubah jadi nugget, keripik, dan abon siap saji.

Kolaborasi ini mempertemukan tiga kekuatan. Rospita Purba bersama komunitas Masyarakat Agri Usaha Daerah atau MARSADA, para pelaku UMKM Simalungun seperti Ibu Mulyani dkk, dan PT Sari Tani Pemuka anak perusahaan PT Japfa. Tujuannya satu; "Membangun Ekonomi Desa" memanfaatkan tetelan ikan nila menjadi salah satu produk unggulan di bumi yang berfalsafah "Habonaron Do Bona" itu.

Dari tetelan jadi cuan. Kalimat yang cocok untuk diucapkan pada demo memasak atau pengolahan yang dilakukan. Ini bukan sekadar seremonial masak-memasak. Tapi mensinergikan dua semangat dan kekuatan. Perusahaan sebagai menyuplai tetelan dan tulang nila, kemudian UMKM yang mengolahnya. 

Ibu Rospita Purba yang merupakan Istri Wakil Bupati Simalungun Benny Gusman Sinaga selaku Pembina UMKM yang hadir langsung pun tak mau diam saja. Dirinya ikut mengolah bahan-bahan dibantu ibu-ibu lainnya yang hadir. 

Ada Ibu Erny Frida Simanjuntak, Ketua Perempuan UMKM MARSADA Simalungun, ada Ibu Suryaningsih dari Kecamatan Siantar, serta Ibu Yuliana Sinaga dan Sulindari dari Kecamatan Jorlang Hataran.

Dari tangan mereka yang sudah terlatih lahir tiga produk, nugget nila renyah, keripik gurih, dan abon yang tahan lama. Bahan baku dari perusahaan, kreativitas dari desa.

"Dari ikan nila kita ciptakan inovasi baru. Tujuannya mengembangkan perekonomian desa agar naik kelas," ujar Rospita memecah kesibukan sembari senyum di sela demo.

Hadir juga tim manajemen PT Japfa, ada Bapak Faturahman Harahap dari marketing, ada Bapak Reza Siregar dan Dedy Sihotang dari external relation. Kehadiran mereka sebagai penyemangat dan motivator, bahwa kolaborasi ini bukan semata seremonial, tapi kegiatan nyata agar "UMKM Bangkit dari Dapur".

Bagi Japfa, kemitraan ini soal pemberdayaan. Mereka ingin menumbuhkan mental bisnis masyarakat pedesaan yang berdaya saing agar UMKM Simalungun tidak hanya jual di warung tetangga, pasar tradisional desa, tapi meningkat masuk pasar lokal, regional, hingga nasional.

Demo ini bagi UMKM, sebagai pintu. Adanya dukungan bahan baku dari eksportir ikan nila terbesar di Indonesia, mereka bisa fokus berinovasi dan menghasilkan cuan yang lebih menjanjikan.

Demo ini menjadi start awal kerjasama resmi antara UMKM MARSADA binaan Rospita Purba dengan PT Sari Tani Pemuka. Visi dan misinya sudah satu: Menghidupkan Ekonomi Pedesaan dari Dapur Sendiri.

Yang menarik, inovasi ini lahir bukan dari laboratorium, tapi dari dapur rumah pedesaan. Dari bahan yang tadinya dianggap sisa, kini jadi produk bernilai jual.

Jika satu dapur di Panei Tongah mampu, maka dapur-dapur lain di Simalungun juga bisa. Efeknya berantai, pasar lebih luas terbuka, lapangan kerja bertambah, dan muncul lebih banyak inovasi lokal.
"Ayo Bangkit, Kita Pasti Bisa!". (B Warsito)

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com