-->

Berusia Nyaris Seabad, Intip Megahnya Gedung Neoklasik PTPN IV Regional 2

Palmco, PTPN,

Editor: B Warsito author photo
Gedung Region Office PTPN IV Regional 2 di bawah Subholding PTPN IV PalmCo.




Agiodeli.id - Langkah kaki para karyawan riuh terdengar di koridor gedung perkantoran bergaya neoklasik yang berdiri megah tak jauh dari titik nol Kota Medan. Bangunan bercat krem dengan dinding tebal, plafon tinggi, serta deretan pilar gagah ini bukan sekadar tempat beraktivitas bisnis biasa. Gedung yang kini berfungsi sebagai Region Office PTPN IV Regional 2 di bawah Subholding PTPN IV PalmCo tersebut merupakan saksi bisu perjalanan panjang sejarah perkebunan nasional sejak era kolonial.

Berlokasi di Jalan Letjen Suprapto Nomor 2, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, bangunan bersejarah ini menyimpan memori lintas zaman. Kepala Bagian Sekretariat dan Hukum PTPN IV Regional 2, Muhammad Ridho Nasution, menegaskan pentingnya menjaga kelestarian aset bernilai sejarah tinggi ini.

“Gedung ini menyimpan jejak dari beberapa fase sejarah perkebunan. Keistimewaannya penting untuk dipahami dan dijaga bersama-sama,” ujar Ridho kepada awak media Jumat, 22 Oktober 2026.

Secara historis, gedung ini awalnya merupakan kantor wilayah N.V. Handels Vereeniging Amsterdam (HVA), perusahaan keuangan Belanda yang berdiri pada 1878 sebelum melebarkan sayap ke komoditas tebu, kopi, teh, hingga kelapa sawit. Pembangunan gedung Medan dimulai pada 1926 di atas lahan seluas 14.000 meter persegi oleh biro arsitek kenamaan Cuypers, Hulswit, dan Fermont. Mengusung gaya Art and Craft, desain galeri melingkar pada bangunan ini menjadi bentuk adaptasi arsitektur Eropa terhadap iklim tropis Indonesia.

Pasca-kemerdekaan, gelombang nasionalisasi perusahaan Belanda pada 1959 mengalihkan penguasaan gedung beserta 14 unit kebun HVA ke tangan Pemerintah Republik Indonesia. Sebelum resmi beralih penuh ke PTPN IV pada 2004, kompleks ini sempat difungsikan sebagai kantor Pemerintah Darurat Militer Daerah (Perdamilda) I, Markas Komando Wilayah Pertahanan I, hingga Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara.

Meski telah melintasi masa nyaris satu abad dan mengalami penambahan luas bangunan, karakter asli serta ornamen khas gedung yang ditetapkan sebagai cagar budaya sejak 1988 ini tetap dipertahankan dengan baik. Perawatan khusus terus dilakukan agar fungsi operasional perkantoran modern dapat berjalan selaras tanpa merusak keaslian bentuk fisiknya.

Sementara itu, Corporate Communication PTPN IV Regional 2, Maktal Kunto Aji, menambahkan bahwa keberadaan gedung ini merupakan simbol transformasi pengelolaan sumber daya ekonomi bangsa. Momentum Hari Museum Nasional 2026 pun dijadikan ajang untuk mengajak masyarakat memperkuat rasa nasionalisme melalui pemahaman sejarah perkebunan.

“Perjalanan perkebunan Indonesia merupakan bagian dari perjalanan bangsa dalam mengelola sumber daya dan membangun perekonomian. Kami berharap gedung ini dapat terus menjadi pengingat akan sejarah tersebut sekaligus kebanggaan masyarakat,” tutur Aji merangkum narasi sejarah yang hidup di jantung Kota Medan tersebut. (B Warsito)
Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com