agiodeli.com– PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) telah resmi mengoperasikan pelabuhan pengekspor CPO terbesar di Indonesia yang berada di Dumai, Riau. Hal itu ditandai dengan bersandarnya Kapal MV Alahas berbendera Panama (1/1/2022).
Dengan bersandarnya kapal 110 meter dan bobot 8.615 GT, maka beroperasi pula cargo handling secara perdana di terminal curah kering Pelabuhan Dumai, Riau tersebut.
Direktur Operasi SPMT, Ridwan Sani Siregar memimpin langsung penyambutan Kapal MV Alahas dengan memberikan cendramata kepada pihak cargo owner PT Jatim Propertindo Jaya dan perwakilan kapal PT Pelayaran Cahaya Papua.
Kapal tersebut melakukan kegiatan muat komoditas Palm Kernell Shell (PKS/Cangkang) sejumlah 10.000 metrik ton yang akan diekspor ke Jepang.
“Resmi beroperasinya PT Pelindo Multi Terminal di Pelabuhan Dumai yang merupakan pelabuhan pengekspor CPO terbesar di Indonesia ini merupakan hasil upaya dan kerja keras seluruh insan SPMT. Saya mengharapkan, ini menjadi momentum awal di tahun 2022 untuk mewujudkan SPMT sebagai Indonesian Connectivity Champion,” ungkap Direktur Utama PT Pelindo Multi Terminal, Drajat Sulistyo.
PT Pelindo Multi Terminal merupakan subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang berdiri pada 1 Oktober 2021. Hal ini seiring dengan proses integrasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
PT Pelindo Multi Terminal fokus terhadap layanan kepelabuhanannya pada pengelolaan terminal non-petikemas. Seperti terminal curah cair, curah kering, multipurpose, hingga terminal penumpang dan terminal kendaraan.
Sebelumnya, PT Pelindo Multi Terminal telah melakukan sejumlah persiapan operasional Terminal Pelabuhan Dumai ini. Mulai dari End User Training Implementasi Terminal Operating System (TOS) bagi pegawai SPMT dan sosialisasi kepada pengguna jasa Pelabuhan Dumai. Lalu, melakukan briefing Direksi kepada seluruh tim SPMT di Area Kerja Dumai. Serta, menggelar doa bersama dan santunan anak yatim dan Gala Dinner bersama para stakeholder kepelabuhanan Dumai.
Diketahui, Pelabuhan Dumai tetap mencatatkan performa positif dalam pengapalan CPO dan turunannya di Indonesia selama pandemi Covid-19. Angka rata-rata mencapai lebih dari 400.000 ton tiap bulannya.
Adapun jnis komoditas curah cair yang dikirim dari pelabuhan ini seperti, Crude Palm Oil (CPO) yang diekspor ke India, China dan Eropa. Sedangkan untuk curah kering yaitu Palm Kernel Ekspeller (PKE) dan Palm Kernel Shell (PKS) banyak diekspor ke Asia Timur dan Eropa. (dicky)