Jokowi Teken UU IKN, Pembangunan Kapan Dimulai?

Editor: AgioDeli.id author photo

IKN
Desain 4D Ibu Kota Nusantara. sumber: lpmdimensi.com

agiodeli – Undang-Undang Nomor 3 tahun 2022 tentang Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun, proyek pembangunannya tak langsung dapat dimulai.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Wandy Tuturoong mengatakan saat ini pemerintah masih menyusun sejumlah aturan turunan UU IKN. Itu yang membuat proses pembangunan di IKN tak serta-merta bisa dimulai.

"Tunggu peraturan turunannya," kata Wandy di Jakarta, Jumat (18/2), sebagaimana dikutip merdeka.com.

Dia menjelaskan, total ada sembilan aturan turunan UU IKN. Kesembilan aturan turunan itu terdiri dari Peraturan Presiden (Perpres), Keputusan Presiden (Keppres), Peraturan Pemerintah (PP), dan Peraturan Kepala Badan Otorita IKN. Keseluruhannya ditarget rampung Maret-April 2022.

"Seperti Perpres tentang Otorita IKN, Keppres Kepala Otorita-nya, Perpres tentang Rencana Induk dan lain-lain. Targetnya Maret-April ini bisa selesai," jelas Wandy.

Saat ini, salinan UU IKN pun menurut Wandy belum diunggah di situs JDIH Sekretariat Negara (Setneg). Namun, salinan yang sudah diteken Jokowi dan diundangkan Menteri Hukum dan HAM akan segera diunggah ke situs JDIH Setneg, sehingga dapat dilihat masyarakat.

"Saya juga masih nunggu (salinan UU IKN diunggah). Mestinya sih segera ya," ucapnya.

Diketahui, Jokowi resmi menandatangani Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang IKN pada 15 Februari 2022. Hal itu terungkap dari keterangan pers Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa.

Dalam keterangannya, Suharso mengatakan pembangunan IKN yang mengusung 'Kota Dunia untuk Semua' tersebut menjadi awal peradaban baru bagi Indonesia. Dia menuturkan kemajemukan Indonesia merupakan modal sosial untuk mensejahterakan rakyat.

"Dengan nama Nusantara, Ibu Kota Negara Republik Indonesia merepresentasikan konsep kesatuan yang mengakomodasi kekayaan kemajemukan Indonesia. Realitas kekayaan kemajemukan Indonesia itu menjadi modal sosial untuk memajukan kesejahteraan rakyat, untuk Indonesia maju, tangguh, dan berkelanjutan," kata Suharso dalam siaran persnya, Kamis 17 Februari 2022. (indra)

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com