-->

Gantikan Rajuddin Sagala, Sri Rezeki Dilantik Jadi Wakil Ketua DPRD Medan

Editor: Dicky author photo
Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Sri Rezeki usai diambil sumpahnya di Gedung DPRD Kota Medan, Selasa (1/9/2026). (Foto : agiodeli.id/Dicky)

Agiodeli.id – Hj. Sri Rezeki, A.Md resmi dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Medan masa jabatan 2024-2029. Ia menggantikan H. Rajudin Sagala, S.Pd.I dari Fraksi PKS.

Pelantikan dan pengambilan sumpah dilakukan Ketua PN Medan Kelas IA Khusus Mardison, S.H dalam Rapat Paripurna Peresmian Pemberhentian dan Pengangkatan Pengganti Pimpinan DPRD Medan, Selasa (1/9/2026).

Plt Sekretaris DPRD Kota Medan, Erisda Hutasoit membacakan SK Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/461/KPTS/2026 tertanggal 9 Juli 2026 tentang peresmian pemberhentian dan pengangkatan pimpinan baru DPRD Medan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Medan Rico Waas menyampaikan terima kasih kepada Rajudin Sagala atas pengabdian selama menjabat.

“Pergantian pimpinan merupakan bagian dari dinamika dalam sebuah lembaga. Namun, yang terpenting adalah bagaimana setiap proses yang berlangsung dapat menjaga kesinambungan tugas dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah masyarakat,” ujarnya.


Tugas Baru: Perkuat Legislasi yang Menyentuh Warga Pinggiran

Kepada Sri Rejeki, Rico menyampaikan selamat dan mengingatkan bahwa jabatan pimpinan DPRD adalah tanggung jawab besar.

Ia berharap di bawah kepemimpinan baru, DPRD Medan menguatkan 3 fungsi utama: legislasi, penganggaran, dan pengawasan yang berpihak pada rakyat.

“Hal ini dapat diwujudkan melalui pembentukan peraturan daerah yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, pembahasan anggaran yang semakin tepat sasaran dan mendukung prioritas pembangunan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan program dan pelayanan publik agar berjalan efektif, transparan dan akuntabel,” katanya.

Wali Kota juga mendorong DPRD membuka akses pengaduan warga secara real-time dan transparan. Pembangunan, kata Rico, tidak hanya harus terlihat fisik, tapi juga menyentuh wilayah pinggiran dan kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas dan anak-anak.

“Penyerapan dan pengawalan aspirasi masyarakat juga perlu terus diperkuat, sehingga berbagai kebutuhan dan persoalan yang disampaikan masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan Kota Medan,” tegasnya.

Rico mengajak Pemko dan DPRD memperkuat sinergi agar pelayanan publik semakin efisien dan akuntabel. “Sekaligus mendorong terwujudnya Medan yang inklusif, maju dan berkelanjutan,” pungkasnya. (dicky)

Share:
Komentar

Berita Terkini

 
Desain: indotema.com