![]() |
| Ketua Komisi 4 DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, S.H (foto : ist) |
Agiodeli.id - Wacana menggratiskan ongkos angkutan umum bagi pelajar di Medan dapat angin segar, tapi juga sorotan tajam soal anggaran.
Ketua Komisi 4 DPRD Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak, S.H, menyebut akan segera mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas komisi untuk membahas pengalihan subsidi operasional bus listrik yang nilainya fantastis: Rp 91 miliar per tahun untuk 72 unit bus.
Menurut Paul, angka itu tidak efisien dan tidak tepat sasaran.
"Hal itu patut disikapi karena penggunaan anggaran tidak efisien bahkan tidak tepat sasaran. Subsidi biaya operasional bus listrik dinilai mubazir dan sebaiknya dialihkan untuk subsidi angkutan kota (Angkot) dengan menggratiskan ongkos pelajar," ujar Paul, Selasa (22/9/2026).
Bendahara Fraksi PDI Perjuangan itu setuju ongkos pelajar digratiskan sebagai bagian dari bantuan untuk siswa prasejahtera. Namun ia menekankan harus ada kajian matang agar tidak membebani APBD ke depan.
"Kita harapkan ada kajian yang matang sehingga tidak memberatkan beban APBD Pemko ke depan," paparnya.
Untuk itu, RDP akan melibatkan lintas Komisi 2 dan 4 DPRD Medan, serta OPD terkait: Dinas Perhubungan, Dinas Pendidikan, dan BKAD yang mengetahui kondisi keuangan daerah.
Tak hanya Pemko, stakeholder transportasi juga akan diundang.
"Stakeholder Organda dan KSPER juga akan diundang. Diharapkan pihak Organda dan KSPER menyampaikan kajian dengan data akurat. Mereka harus dilibatkan menyangkut sistem angkutan kota (Angkot) dan proyek BRT kelanjutan mobil listrik," tegasnya. (Dicky)
