Agiodeli.id - Ketahanan ekonomi dalam wawasan kebangsaan adalah kemampuan dan ketangguhan bangsa untuk menjaga stabilitas, kemandirian, serta pertumbuhan ekonomi berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 guna menghadapi ancaman, hambatan, dan gangguan dari dalam maupun luar negeri.
Hakikatnya jelas, mewujudkan kesejahteraan rakyat yang adil, kemandirian bangsa dengan mengurangi ketergantungan impor, serta memelihara stabilitas ekonomi yang sehat dan berdaya saing.
Atas dasar itulah, Anggota DPRD Kota Medan, Edi Saputra, S.T menggelar Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dengan tema "Mewujudkan UMKM Halal Yang Legal, Produktif, Berdaya Saing dan Berkelanjutan Melalui Penguatan Usaha dan Kemudahan Berinvestasi" di Jalan Rawa Cangkuk III, Medan Denai, Sabtu (24/10/2026).
Dalam pemaparannya, Edi Saputra, S.T menegaskan UMKM adalah pilar utama ketahanan ekonomi.
"Masalah UMKM ini penting. Walau sudah memiliki dinas yang menangani itu, tapi sepertinya belum maksimal dalam menghidupkan UMKM ini. Sejauh mana peran pemerintah dalam membina UMKM?" tanya Edi.
Menurut Edi, tantangan utama bukan produksi, tapi memasarkan produk UMKM tersebut.
"Usaha bukan sulit membuatnya, tapi bagaimana bisa laku di pasar. Karena sekarang bahan-bahannya gampang dicari. Makanya nanti akan ada pelatihan sales marketing, agar bisa memasarkan produk yang sudah diproduksi," jelasnya.
"Begitu ada produk kita seperti keripik, kerupuk dan lainnya, kita gak pusing lagi memasarkannya. Harapannya, pemerintah bisa menjembatani ini. Seperti di luar negeri, pemerintah membeli semua produk UMKM dan mensubsidi produktivitasnya," tambahnya.
Edi mengaitkan langsung dengan wawasan kebangsaan.
"Ini berkaitan dengan wawasan kebangsaan. Bila usaha kita lemah, maka wawasan kebangsaan kita pun ikut lemah," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Edi juga menyoroti masih sulitnya pelaku UMKM Medan mengurus izin.
"Saya sudah membuktikan ketika mengurus izin usaha milik saya. Karena punya anggota dewan, satu hari siap. Memang masih beginilah polanya. Saya minta dinas terkait jangan persulit izin pelaku UMKM di Kota Medan," ungkapnya.
![]() |
| Perwakilan MUI Sumut, Putrama Al Khairi. |
Urus Sertikat Halal Gratis
Perwakilan MUI Sumut, Putrama Al Khairi menjelaskan pentingnya sertifikasi dan label halal: manfaat, persyaratan, dan tata cara pengurusan.
"Kesulitan UMKM berada dalam pemasarannya. Bagaimana kita bisa membangun ekosistem untuk mendapatkan market yang memadai. Jangan berhenti di sertifikasi halal. Biasanya UMKM MUI sudah bersertifikat halal semuanya. Kalau belum ada, nanti akan dipandu MUI untuk mengurusnya secara berjamaah secara gratis," jelasnya.
"Saya salut dengan Pak Edi Saputra. Tidak sedikit pelaku UMKM yang hadir ini bukan berasal dari Dapilnya. Inilah bukti Pak Edi bekerja ikhlas demi membuat UMKM kita naik kelas sesuai dengan wawasan kebangsaan," paparnya.
![]() |
| Perwakilan DPMPTSP Kota Medan, Delfi. |
NIB Jadi Kunci, 1000 Kuota Halal Gratis Dari Gubsu
Sementara itu, Perwakilan DPMPTSP Kota Medan, Delfi memaparkan tentang penguatan legalitas.
"NIB bisa digunakan sebagai legalitas usaha, untuk mempermudah akses permodalan dan pengembangan usaha. NIB bisa diperoleh dari OSS.go.id," ujarnya.
Ia menjelaskan klasifikasi: UKM kecil modal sampai 1 miliar, di atas 5 miliar disebut menengah. Omzet 2 miliar disebut UKM, 2 sampai 15 miliar disebut menengah.
"Pemko Medan memiliki terobosan fasilitas pendampingan perizinan UKM. Kita memiliki Mal Pelayanan Publik Medan, salah satu tenannya menyediakan layanan sertifikasi halal," paparnya.
Delfi mengingatkan regulasi: per 18 Oktober 2026 seluruh makanan dan minuman wajib bersertifikat halal, halal itu per item produk, dengan sanksi administratif hingga pencabutan izin operasi.
"Gubsu sudah menambah 1000 kuota untuk sertifikasi halal gratis untuk pelaku UMKM. Ada juga MPP road show ke kecamatan. Seperti di Kantor Kecamatan Medan Denai, 10-16 November 2026. Ada 16 tenan, dari pelayanan Adminduk sampai pengurusan sertifikasi halal," jelasnya.
![]() |
| Kabid Koperasi UKM Medan, Debi Fauziah. |
Data Valid Jadi PR
Kabid Koperasi UKM Medan, Debi Fauziah mewakili Kadis Koperasi UKM Perindag Kota Medan menjelaskan strategi UMKM halal naik kelas: produksi, pemasaran, keuangan, pembiayaan, dan kelembagaan.
"Sebenarnya banyak kegiatan seperti bazar, pelatihan dan lainnya. Kami juga sulit menjangkau ke semua daerah," akunya.
Untuk itu diluncurkan program SIPKURASI UMKM Medan
"Melalui ini kami mengumpulkan data-data UKM. Selama ini tidak valid, jadi tidak bisa jadi data acuan. Bila datanya valid, maka bisa jadi acuan. Saya harap nanti diisi data Sipkurasi Medan. Di situlah nanti ada pembinaan kami. Nanti akan diketahui intervensinya di mana, butuhnya akses pasar, pemasaran, produksi dan lainnya," jelasnya.
Dalam sesi tanya jawab, tidak sedikit pelaku UMKM yang hadir, antusias berinteraksi dengan sejumlah narasumber yang hadir di acara tersebut.
Salah satunya, Budi, pelaku UMKM Kudapan Jahe Merah yang sudah dilirik Hotel Santika tapi mesin produksinya masih manual:
"Ini wewenang dinas kami. Bisa melalui program Sikurasi itu. Karena ini sudah akhir tahun, mungkin bisa direalisasikan tahun depan. Asalkan spesifikasi mesinnya dikasih tahu ke kami," jawab Kabid Koperasi UKM Medan, Debi Fauziah
Debi menjelaskan bahwa Dinas Koperasi UKM Perindag Kota Medan memiliki program Bisnis Matching ke Retail:
"Kami akan melakukan bisnis matching untuk pelaku UMKM yang produktivitasnya bisa masuk pasar retail. Contoh produk mau masuk Indomaret, bila sesuai, nanti akan kami pertemukan," paparnya.
Lain halnya dengan Dayat. Pelaku UMKM asal Medan Sunggal ini mengaku masih mengambil barang dari pabrik.
Sementara Pelaku UMKM lainnya, Madan mengaku kesulitan dalam mencari modal usaha.
![]() |
| Foto bersama. (Foto : agiodeli.id/Dicky) |
Menanggapi kedua pertanyaan itu, Debi menjelaskan bahwa Dinas Koperasi UKM Perindag Kota Medan memiliki pelatihan digital marketing, toko digital dan live commerce yang bisa dimanfaatkan pelaku UMKM untuk meningkatkan wawasan.
"Terkait dengan modal usaha, sekarang ada KUR limit 100 juta tanpa agunan di BRI, Bank Sumut dan bank lainnya Pastinya ada penilaian sendiri, dengan catatan usahanya harus sudah berjalan terlebih dahulu," jelasnya.
Debi berharap pelaku UMKM terus mengembangkan usahanya, bila mau naik kelas.
"Saya harap pertemuan ini tidak berhenti sampai di sini. Saya ingin sekali mendapatkan data-data pelaku UMKM yang hadir di sini agar bisa difollow up. Semua informasi ada di Instagram dinas kami, tolong difollow," pungkas Debi. (dicky)




