
Aktivis '66 Jansen Leo Siagian. FOTO: ISTIMEWA
AgioDeli.ID – Penempatan Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto sebagai Menteri Agraria
dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menjadi
harapan baru terhadap upaya pemberantasan mafia tanah.
Mantan Panglima TNI tersebut resmi dilantik menjadi
menteri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Rabu
(15/6/2022) siang.
Sosok Hadi Tjahjanto sebagai harapan baru pemberantasan
mafia tanah diutarakan Jansen Leo Siagian, mantan Aktivis ’66 yang selama ini
menjadi loyalis Jokowi.
“TerusTerangSaja. Dengan diangkatnya mantan Panglima TNI,
Hadi Tjahyanto menjadi Menteri Atr/ Bpn RI, Presiden Jokowi berharap agar pak
Hadi bisa mengusut tuntas para mafia tanah yang sangat merajalela di negeri
ini, apalagi KPK juga sudah ikut dilibatkan untuk memberantas mafia tanah,”
tulis Leo di layanan pesan WhatsApp yang dikirimkannya kepada AgioDeli.ID,
beberapa menit setelah Hadi Tjahjanto dilantik.
“Pakde Jokowi mempercayai mantan Sekretaris Militer
Presiden itu bisa melakukan Reforma Agraria sesuai azas Clear and Clean.---*
(jsleosiagian),” tambahnya.
Aktivis asal Kota Medan, Sumatera Utara, yang kemudian
berkarir sebagai jurnalis di Jakarta ini mengaku sudah mengenal Hadi Tjahjanto
sejak lama.
“Saya sudah sudah berteman dengan Pak Hadi Tjahjanto
sejak beliau masih menjabat Sekretaris Militer Presiden. Saya kenal karakternya
yang tegas,” sambung Leo via layanan voice WhatsApp.
Leo yakin, bila Hadi Tjahjanto menerapkan prinsip clear
and clean dalam menakhodai BPN, maka mafia tanah tidak akan berkutik.
“Banyak rakyat yang bergantung pada penerapan azas clear
and clean di tubuh BPN. Penerbitan HGU (hak guna usaha) selama ini memuncukan
konflik dengan rakyat lantaran azas clear and clean tidak diterapkan. Dan,
oknum-oknum di BPN banyak yang terlibat praktik mafia tanah,” tandasnya.
Sebelumnya, aktivis gaek yang sudah menjadi relawan
kotak-kotak sejak Jokowi-Ahok bertarung di Pilgub DKI ini sempat melontarkan
kritikan keras. Dia memberi nilai merah terhadap Pemerintahan RI, terkhusu
dalam pemberantasan mafia tanah.
Ia pun menyimpulkan ada sejumlah kegagalan Presiden Ke-7 RI yang
amat dipengaruhi kinerja
buruk sejumlah pembantunya di kabinet. Karenanya, sejak Maret lalu Leo
sudah berkoar-koar meminta Jokowi me-reshuffle kabinetnya. (indra)